Menumbuhkan Harapan, Membangun Masa Depan
Panti Asuhan Wali Songo merupakan lembaga sosial yang hadir untuk memberikan pelayanan, pendampingan, penyantunan, pembinaan, serta dukungan terhadap tumbuh kembang anak. Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang kondusif agar anak-anak dapat memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Berawal dari Kepedulian
Perjalanan Panti Asuhan Wali Songo berawal dari kepedulian sembilan tokoh terhadap kesulitan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan pokok anak yatim piatu dan dhuafa. Sejak tahun 2001, kesembilan tokoh tersebut secara rutin berkoordinasi dan bermusyawarah untuk mencari solusi agar anak-anak yang membutuhkan dapat hidup lebih layak dan memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Semangat kepedulian tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan sosial yang lebih terorganisasi. Pada 2 Agustus 2005, dibentuk Yayasan Walisongo. Yayasan ini kemudian mengembangkan berbagai kegiatan di bidang agama, sosial, pendidikan, dan pelatihan. Salah satu kegiatan di bidang sosial yang dibentuk adalah Panti Asuhan/LKSA Walisongo. Pada 29 September 2009, Panti Asuhan Walisongo secara resmi didirikan. Hingga saat ini, LKSA Walisongo terus berupaya memberikan pelayanan dan pendampingan kepada anak melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, serta pengembangan kemandirian.
Makna Wali Songo
Nama Walisongo diambil dari sembilan tokoh Islam yang dikenal memiliki peran dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Pemilihan nama tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sembilan tokoh yang menjadi penggagas awal Yayasan Walisongo. Sembilan tokoh tersebut memiliki kepedulian yang sama untuk membantu anak yatim piatu dan dhuafa agar dapat memperoleh kehidupan dan pendidikan yang lebih layak.